Sampah Organik dan Non Organik
Permasalahan sampah menjadi faktor utama yang
mengganggu stabilitas lingkungan alam. Indonesia dengan jumlah penduduk banyak
dan mengakibatkan sampah yang dihasilkan meningkat dari kegiatan keseharian. Lalu bagaimana mengurangi
sampah yang kian hari menumpuk di TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Peran
masyarakat juga diperlukan untuk mencari solusi bersama, salah satunya
memanfaatkan barang yang tidak terpakai di olah menjadi kreatifitas. Sampah
sendiri dikelompokkan seperti sampah Organik dan Non.Organik.
Sampah Organik yaitu sampah yang dapat di urai dan
berasal dari dedaunan, ranting serta lainnya. Sampah Non.organik yaitu sampah
yang tidak bisa di uraikan kembali dan berasal dari Plastik, Ban bekas serta lainnya. Permasalahan sampah ini juga di rasakan
sekolah terutama SDN Simbangjati, tiap hari sampah yang diterima banyak dan masalah
lain yang muncul seperti :
A.
Bagaimana
mengurangi sampah di sekolah??
B.
Bagaimana
menerapkan kepada murid untuk menjaga lingkungan supaya bersih dan bebas
sampah?
C.
Apa yang dapat
dibuat dari sampah menjadi sebuah kreatifitas?
Sampah akan membuat lingkungan tidak lagi indah,
bahkan menjadikan wabah penyakit. SDN Simbangati melakukan kerjasama dengan warga sekolah serta masyarakat sekitar untuk mewujudkan kebersihan lingkungan,
langkah yang dilakukan yaitu:
1.
Sekolah memiliki
Visi dan Misi yang menerapkan sekolah adiwiyata / sekolah bersih, dimana baik
murid dan guru selalu bersama-sama menjaga dan peduli lingkungan.
2.
Sekolah
memprogramkan untuk menyediakan mangkok dan botol I setiap kelas, dengan tujuan
mengurangi sampah bahkan bebas dari sampah.
3.
Sekolah memiliki
program adiwiyata dalam menciptakan lingkungan bersih, dengan memilah sampah organik,
non,organik, residu dan mengolahnya menjadi hal yang menguntungkan. Misalnya
sampah organik (Dedaunan, Ranting, dll) di tampung dalam lubang
biopori,komposter menjadi pupuk kompos. Sampah Non. Organik (Plastik, Ban
bekas, dll) di buat kreasi seperti lampu hias, hiasan dinding, tempat alat
tulis.
4.
Melakukan program
bebas sampah hari sabtu, jumat bersih, dimana anak diajarkan untuk selalu
peduli lingkungan, menerapkan sistem L.I.S.A (Lihat sampah langsung Ambil).
5.
Program-program lainnya
dengan kerjasama dari luar misal (Lomba Sekolah bersih, kegiatan Adiwiyata dari
BPI dll).
Dengan kegiatan tersebut yang dilakukan sekolah, akan
mengurangi permasalahan sampah di sekolah. Sekolah Go Green… Bersih, bersih
Yes….
Gambar 1. Siswa dibiasakan untuk memilah sampah sesuai jenisnya (organik dan non-organik)
Gambar 2. Sampah non-organic didaur ulang menjadi barang-barang bernilai ekonomis
Gambar 3. Sampah organik dimasukkan ke dalam lubang biopori agar menjadi pupuk kompos
Gambar 4. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dengan menggunakan media komposter
Oleh :
Richy Fitriana K.,S.Pd
Komentar
Posting Komentar